Rabu, 30 Januari 2008

Pembantuku Yg Seksi

Pengalamanku saat aku baru nikah 1 th, saat itu aku sdh berumah tangga sendiri,karena istriku juga bekerja maka kita mengambil seorang pembantu melalui birojasa. Pembantuku masih muda sekali usianya kira 16 th hanya kulitnya agak putihdan bersih.


Dia sampai saat terjadinya kejadian ini sudah bekerja kira2 6 bulan.Saat itu aku ada keperluan mengambil surat2 yang tertinggal dirumah, pembantuku Sutini namanya tapi panggilannya Tin yg membukakan pintu. Karena aku mencari surat yg tertinggal agak lama maka pintu ditutup lagi oleh Tini dan Tini kelihatannya langsung mandi. Akhirnya aku ketemukan suratku itu, tapi karena Tini masih mandi maka aku tunggu sebentar untuk menutup pintu depan. Aku dudukdipinggir tempat tidur, memang jendela kamarku menghadap kebelakang sehinggabisa lihat kebun juga kamar serta kamar mandi pembantu yg letaknya dibelakangkebun menghadap jendela kamarku. Pintu kamar mandinya kemudian terbuka dan Tinikeluar dr kamar mandi hanya dgn handuk dililitkan ketubuhnya.


Mungkin dianggap rumah sepi tak ada yg tahu jadi dia berani begitu pikirku. Diam2 aku perhatikan terus, Tini memasukkan pakaian kotornya keember cucian dan kemudian balik masukkekamarnya. Tanpa ditutup juga kamarnya Tini kelihatan mengambil pakaian drlemarinya. Lalu Tini melepas handuknya dan mengeringkan lagi tubuhnya, waaahterlihat sekali badannya yg langsing dan putih bersih dgn buah dadanya yg hanya kecil dgn puting warna merah jambu serta kemaluannya yg masih belum ditumbuhi rambut sedikitpun. Kemudian Tini memakai BH nya yg tanpa spons dan CD yg mini juga lalu memakai rok bawahan dan kaos. Melihat tubuh yg kecil, bersih dan indahitu nafsuku bergairah. Setelah Tini selesai menyisir rambutnya yg pendek alaYuni Sara dan membedaki mukanya, aku langsung panggil dia."Tin""Iya pak". "


Aku tolong pijit sebentar leher dan kepalaku sebab pusing" sambilaku duduk dikursi makan. Kemudian Tini memijit leherku , walaupun kecil tubuhnyatapi pijitannya cuku mantap. Habis mijit leher aku minta mijit bagian dahi dan pelipis kiri dan kanan. Tini mulai memijitnya, tapi karena kepalaku goyang2 lalukepalaku tiba2 ditarinya kebelakang dan disandarkan kedadanya Tini. Aku jadi makin greng walaupun buah dadanya kecil sehingga aku hanya merasakan sandarannya agak empuk. Ulahnya Tini membuat kontolku mulai bangun sedikit2, aku jadipenasaran lalu aku coba tanganku kuturunkan dan me-nyentuh kakinya. Ternyata Tini diam saja tak bereaksi negatif. Lalu kuberanikan utk meraba pahanya,ternyata Tini tetap diam saja dgn memijit dahiku terus. Rabaanku kuteruskan dgn 2tangan dipaha kiri dan kanan sambil ku-pijit pahanya dan tangan kananku terus merambat keatas sampai kekemaluannya Tini yg tertutup celana dlm.


Saat itu Tinimasih diam terus, lalu jariku coba kususupkan kedlm CD nya utk men-utik2 lubang kemaluannya, saat itu Tini mulai mendesis dan menggoyangkan pantatnya:"Sssseeeettt.....aduh pak geli kena itilku". Tetapi karena Tini tidak lari dantetap memijtku terus maka pekerjaan tangan itu tak berhenti dan terus berjalansampai akhirnya tangannya Tini lepas tak memijit lagi dan memegang lengankuerat2 dan berbisik:"Pak..pak...Tini nggak tahan minta yaak pak?". "Minta apaTin?"tanyaku. Tini tak menjawab hanya memberi kode dgn tangannya yg digenggam dgn jempolnya dijepit antara jari tengah dan telunjuk, yg berarti minta disetubuhi. "Katanya kamu masih gadis"kataku. Tini lalu cerita, dia sudah dijodohkan didesa kira2 tahun yl, lalu saat pulang Lebaran kemarin, dia sudahdigauli oleh pacarnya itu sampai beberapa kali. "Karena sudah merasakan digauliitu, Tini jadi sering kepingin begitu lagi sekarang " katanya.


Dia cerita lagi:"Apalagi Tini sering lihat bapak dan ibu kalau main, jadi nafsu Tini seringbergelora". "Darimana kamu lihat" tanyaku. "Ngintip dari celah kordin kamarbapak" katanya polos. "Apa tiap malam kami ngintip" tanyaku. "Tidak pak, cuma Tini tahu kebiasaan ibu sebab tiap kali ibu memakai pakaian tidur yg tipis ygkelihatan BH dan CD nya itu baru Tini ngintip sebab selalu main".Lanjutnya:"Tini nafsu sekali kalau lihat ibu dgn telanjang lalu mengisapkontolnya bapak dan saat bapak meniduri ibu sampai ibu keluar lendirnyaa. Tinijuga lihat ibu yg dengan lahapnya meminum air maninya bapak yg disemprotkan dlmmulutnya ibu"."Kalau gitu kamu lihat semua cara2 bapak dan ibu kalau main? tanyaku. "Iya pak,kalau didesa pacar Tini kalau main ya cuma biasa spt orang desa itu. Tidak sptibu kadang duduk diatas, kadang bolak balik ibu mengisap kontolnya bapak danbapak mengisap kemaluannya ibu"."Tini kamu datang bulannya kapan? " tanyaku."


"Sudah lama pak, ini mungkins eminggu lagi dpt haid : sahutnya.Karena Tini kepingin dan sudah bukan perawanlagi, lagi pula tak masa subur langsung aku berdiri dan kulepasi pakaianku danTini kusuruh mengambil kasur lipat digudang dan dipasang disebelah meja makan.Aku langsung tiduran dan Tini aku minta mengisap kontolku. Walaupun Tini sdhlihat tehnik2 bermain cinta, tetapi karena belum dipraktekan jadi rasanya belum enak spt istriku. Tini aku suruh melepas semua pakaiannya sampai bugil. Lalubuah dadanya kucoba kuremas tapi karena masih kecil jadi sulit, aku hanya bisame-mencet2 putingnya lalu ku-isap2 juga sampai meng-usap2 kemaluannya yg gundul.Tini memegang kontolku dan menciuminya sambil bekata: "Kalau kontol orang desaitu kecil2 pak tidak ada yg gede spt punya bapak ini. Kalau gede kan bisa maremrasanya".


Saat kupegang dan kumasukkan jariku kelubang kemaluannya selain memangmasih sempit lubangnya juga lendirnya sdh banyak sekali tetapi encer taksekental punya istriku. Ada lendir cewek yg banyak ini, aku makin bernafsu, Akuminta Tini main 69 atau bolak balik menurut istilahnya dia. Tini yg diatassambil ngisap kontolku dan aku dibawah mempermaikan kemaluannya dgn mulut danlidahku. Itilnya kujilati sambil lubangnya kemaluan kumasi 2 jari dan kugelitikbagian dlmnya. " Aduuuuuuh ........pak. Kemaluanku geli sekali rasanya...aduuuuh Tini mau keluar lendirnya pak". Mendengar itu langsung lubang kemaluannyakucucup dan terus ku-sedot2 dgn kuat sampai terasasuuuuuur....suuuuuur....suuuuuur dgn disertai rintihan Tini:"Pak...pak...airsantannya Tini sudah keluar semua". Kemudian kulihat lubangnya ternyata masicukup banyak air santannya dilubangnya dan setelah kusedot lagi kubersihkansantan2 yg lepas menempel dibibir kemaluannya dan terasa penuh mulutku dgnmaninya. Saat kutelan rasanya sama seperti punya istriku yaitu asem2 asin, hanyapunya Tini lebih banyak tapi encer. Mungkin makin berumur lendirnya makinkental.


Karena aku belum keluar maka segera kutancapkan kontolku ke lubangnya.Begitu kumasukkan total seluruh batang kontolku, Tinimerintih:"Seeeeessst....aduh enaknya, pak kontolnya bapak rasanya enak sekalibeda jauh dgn punya pacar saya". Rintihan itu makin membuat aku garang danhunjamkan terus dgn agak keras dan cepat kontolku kelubang kemaluannya sampaiTini betul2 tak tahan nikmatnya dgn menggelinjang2 terus". Pikirku pembantu ygkurang ajar berani ngintip ini mesti diajar betul. Kira2 10 menit berlalu baruaku mencapai klimaks dan kemaluannya kusemprot dgn maniku dan Tiniberbisik:"Aduuuh hangatnya kontolnya bapak dan air maninya".

Tidak ada komentar:

Loading...